SIRIH MERAH TANAMAN EKSOTIK

SIRIH MERAH TANAMAN EKSOTIK

Friday, 5 December 2008

Benjolan Diperut Dan TBC TULANG Sembuh Setelah Lima Minggu Mengonsumsi Ekstrak Sirih Merah.

Bapak Soni Subroto, 34 Tahun, Cimindi, Cimahi, Jawa Barat.
Lewat pukul 22.00, seorang laki-laki dengan dipapah sempoyongan dan mengerang kesakitan menemui penulis (Bambang Sudewo). Dia adalah Bapak Soni Subroto yang diantar oleh saudaranya dengan maksud untuk berobat. Wajahnya pucat, tubuhnya lemah lunglai, dan berbicara pun seolah
olah tidak ada tenaga. Jangankan untuk berjalan, berdiri pun tampaknya sulit. Bapak Soni hanya bisa duduk bersandar dengan kedua tangan memegangi perutnya yang berlubang dan terus menerus mengeluarkan nanah yang berbau tidak sedap.
Menurut penuturannya, mula-mula di perut sebelah kiri Bapak Soni muncul benjolan (bengkak) menyerupai abses. Dia merasakan adanya nyeri yang menghebat, pegal-pegal di pinggang, sulit tidur karena untuk sedikit gerak saja sakitnya luar biasa. Penderitaan ini dijalaminya selama enam bulan lebih. Selama itu pula otomatis dia tidak bisa bekerja atau beraktivitas. Pikirannya semakin berat karena harus menanggung beban hidup keluarganya. Selama itu dia telah mengeluarkan banyak biaya untuk menyembuhkan penyakitnya.
Dia juga memutuskan berobat ke dokter di Maos. Selanjutnya, abses di perut sebelah kiri bagian bawah dekat selangkangannya dioperasi. Oleh dokter dia diberi antibiotic dan disarankan untuk berpantang makanan tertentu. Setelah tujuh kali periksa ke dokter, luka di perut yang sudah dioperasi tersebut tidak kunjung mengering dan penyakitnya tidak hilang. Hal itu berlangsung hingga empat bulan lamanya. Setengah patah semangat, dijalaninya pengobatan alternative di beberapa tempat, tetapi hasilnya hanya menambah penderitaan karena tidak juga sembuh, bahkan biaya yang justru terus membengkak.
Luka bagian luar seperti mongering, tetapi jika digunakan untuk berdiri dengan posisi terhimpit keluar nanah berwarna kuning, berbau anyir sekitar satu gelas. Esoknya, membengkak lagi dan keluar cairan itu lagi. Kondisi seperti itu dialaminya selama sekitar lima bulan. Badannya pun semakin terasa lemah dan kurus tinggal tulang. Lengkap sudah penderitaan Bapak Soni, karena ternyata sakitnya terus menjalar ke perut bagian kanan di dekat tulang pinggang depan. Di tempat itu tumbuh benjolan sebesar telur angsa. Saat pecah pertama kali keluar cairan lewat lubang sebesar lubang jarum. Suatu hari, saat dia berdiri benjolan pecah dan muncratlah darah berwarna hitam pekat. Hari demi hari, lubang tersebut bertambah besar hingga daging dan tulang bagian dalamnya terlihat.
Mengerikan sekali, Bapak Soni menceritakan kejadian demi kejadian dengan mata berkaca-kaca. Saat itu, kelenjar di selangkangannya membengkak sakit luar biasa. Dia pun kembali berobat ke dokter, diberi antibiotic, dan diinjeksi (disuntik) hingga sekitar 60 kali. Diagnosis sementara dokter tersebut menyimpulkan bahwa Bapak Soni menderita TBC TULANG. Pihak dokter dan rumah sakit yang menanganinya sempat kewalahan karena penyakit pasiennya tersebut tidak kunjung membaik. Akhirnya Bapak Soni mencoba berkonsultasi dan berobat ke penulis.
Saat Pak Soni datang pertama kali, penulis mencoba memberi support untuk kesembuhannya dengan terus memohon kepada Tuhan, lebih mendekatkan diri, dan pasrah sembari berusaha terus menerus agar penyakitnya berangsur membaik. Terapi yang penulis lakukan pertama kali adalah memberinya tiga lembar daun sirih merah segar yang sudah dicuci bersih untuk dimakan atau dikunyah, kemudian ditelan begitu saja, disusul air putih hangat. Untuk bekal pulang, penulis memberinya sembilan lembar daun sirih merah untuk pengobataan selama tiga hari. Selain itu, penulis juga memberinya satu pot kecil tanaman sirih merah agar di tanam di rumahnya.
Seminggu kemudian penulis memberinya kapsul Ekstrak Sirih Merah sebanyak 60 butir (satu paket) untuk diminum dua kali sehari, sekali minum dua kapsul (2x2). Saat itu, kapsul tersebut penulis buat hanya untuk kalangan terbatas dan belum diperjual-belikan secara bebas. Setelah dua minggu mengonsumsi Ekstrak Sirih Merah, Bapak Soni mulai merasakan badannya segar, pegal-pegalnya mulai menghilang, rasa nyerinya berangsur berkurang, mulai bisa tidur nyenyak dan nafsu makannya muncul kembali. Pada minggu kelima, luka di perutnya mengering dan lubangnya tertutup kembali.
Demikianlah kebesaran Tuhan telah membuktikan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Bukti luar biasa ini terjadi pada diri Bapak Soni Subroto. Dua bulan kemudian, luka dan penyakitnya telah sembuh total. Ekstrak Sirih Merah telah menjadi media perantara bagi kesembuhan penyakitnya. Sementara itu, tanaman sirih merah yang penulis berikan kepadanya, tumbuh subur dan lebat daunnya. Tanamannya itu beberapa kali habis daunnya karena dipetik orang tanpa sepengetahuannya, tetapi baginya hal tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan kesembuhan yang diberikan Tuhan kepadanya.
Artikel ini dikutip dari buku: BASMI PENYAKIT DENGAN SIRIH MERAH, karangan: BAMBANG SUDEWO, hal 01 – 04, Cetakan Kelima 2008 Penerbit AgroMedia Pustaka. Dikutip oleh: Perwakilan Banyuwangi – PJ Sekar Kedhaton

HARGA / ONGKOS KIRIM / BONUS

HARGA :

TEH HERBAL SIRIH MERAH (Teh Celup)
Maaf, untuh teh herbal kami tidak jual lagi!


KAPSUL EKSTRAK SIRIH MERAH PLUS
Harga : Rp. 145.000,-

Isi : 60 KAPSUL PER BOTOL

ONGKOS KIRIM : Rp. 10.000,- (P. Jawa), Rp. 20.000,- (Luar P. Jawa)

BONUS :
Kami Bantu Penyembuhan Dengan Terapi Penyembuhan Jarak Jauh.

Copyright © pesonasirihmerah.blogspot.com December 2008.
All Rights Reserved
BANYUWANGI – JAWA TIMUR – INDONESIA