SIRIH MERAH TANAMAN EKSOTIK

SIRIH MERAH TANAMAN EKSOTIK

Friday, 5 December 2008

Luka Di Kaki Akibat Diabetes Berkurang Setelah Minum Sirih Merah.

Bapak Susmiarto, Karangjati, Yogyakarta.
Bapak dua orang anak ini menderita kencing manis selama lebih kurang dua tahun. Luka di kedua kakinya, dari bawah lutut sampai mata kaki telah membusuk. Beragam cara pengobatan, baik secara medis, sinshe, altenatif maupun herbal, telah dijalaninya.
Bahkan dokter dari salah satu rumah sakit di Yogyakarta menyarankan agar kakinya diamputasi. Saran dokter itu membuatnya bagai disambar petir! Bagaimana tidak? Amputasi berarti kehilangan kaki!
Ketekunannya dalam beribadah membuat Susmiarto tidak kehilangan semangat untuk terus berikhtiar. Susmiarto berobat dari dokter spesialis kulit yang satu ke dokter spesialis kulit yang lain. Namun, hasilnya tidak menggembirakan. Kerusakan pembuluh darah yang disebabkan luka di sekujur kakinya kian melebar membuat tulang kakinya terlihat jelas. Setiap malam tiba, rasa nyeri di kakinya akan tak tertahankan. Rasa nyeri itu sangat hebat, sehingga dia selalu mengerang kesakitan. Tragisnya lagi, kakinya tidak bisa digerakkan.
Meskipun sakit sebagai seorang kepala keluarga, Susmiarto tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia bekerka sebagai teknisi computer dan membuka reparasi barang-barang elektronik. Setiap pergi dari rumah untuk menerima panggilan reparasi. Susmiarto selalu menyiapkan 5 – 7 pasang kaos kaki untuk cadangan. Kaos kaki itu untuk membungkus luka kakinya yang setiap 30 menit mengeluarkan nanah berbau amis yang sangat menyengat.
Setelah Susmiarto menjelaskan secara rinci keluhan-keluhan fisiknya selama dua tahun, penulis yakin lukanya yang membusuk dan tidak kunjung sembuh itu akibat sakit kencing manis atau diabetes mellitus. Apalagi keluhannya juga meliputi mata kabur, rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil panda malam hari, gusi berdarah, dan sariawan.
Meskipun Susmiarto belum sempat menunjukkan hasil cek laboratorium tentang kadar glukosa darahnya, penulis yakin Susmiarto terkena diabetes mellitus akut seperti yang penulis alami sendiri. Atas saran penulis, Susmiarto kemudian memakan tiga lembar daun sirih merah. Susmiarto berusaha mengunyah dan menelan daun sirih merah tersebut walaupun rasanya pahit. Saat pamit hendak pulang, Susmiarto penulis sarankan membawa kapsul Ekstrak Sirih Merah agar praktis saat meminumnya.
Dua minggu kemudian, Susmiarto datang lagi dengan senyum lebar. “Sudah lumayan ada perubahan, Pak,” katanya. Setelah melihat secara langsung dengan membuka kaos kakinya, penulis yakin ternyata memang sudah ada perubahan. Luka di kaki Susmiarto sudah agak mongering. Menurut pengakuannya, setelah seminggu mengonsumsi kapsul Ekstrak Sirih Merah, pada suatu malam rasa sakit di kedua kakinya menghebat dan nanah mengucur deras, sehingga dia harus berganti kaos kaki sampai beberapa kali. Namun, pada pagi harinya rasa nyeri dikedua kaki berkurang secara drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya.Setiap bangun pada ujung malam, Susmiarto tidak lupa mengucapkan syukur kepada sang khaliq, karena kesembuhan yang didambakannya masih berpihak kepadanya. Perasaan seperti disambar petir lantaran mau diamputasi hilang sudah.
Artikel ini dikutip dari buku: BASMI PENYAKIT DENGAN SIRIH MERAH, karangan: BAMBANG SUDEWO, hal 05 - 07, Cetakan Kelima 2008 Penerbit AgroMedia Pustaka. Dikutip oleh: Perwakilan Banyuwangi – PJ Sekar Kedhaton

HARGA / ONGKOS KIRIM / BONUS

HARGA :

TEH HERBAL SIRIH MERAH (Teh Celup)
Maaf, untuh teh herbal kami tidak jual lagi!


KAPSUL EKSTRAK SIRIH MERAH PLUS
Harga : Rp. 145.000,-

Isi : 60 KAPSUL PER BOTOL

ONGKOS KIRIM : Rp. 10.000,- (P. Jawa), Rp. 20.000,- (Luar P. Jawa)

BONUS :
Kami Bantu Penyembuhan Dengan Terapi Penyembuhan Jarak Jauh.

Copyright © pesonasirihmerah.blogspot.com December 2008.
All Rights Reserved
BANYUWANGI – JAWA TIMUR – INDONESIA